021 8484 719
admin.fkip@uia.ac.id
Daftar FKIP UIA

BEKASI – Masalah kecanduan gawai (gadget) pada kalangan remaja menjadi perhatian serius insan akademisi. Menanggapi hal tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam As-Syafi’iyah (FKIP UIA) menggelar program edukasi inovatif di SMPN 23 Bekasi.

Kegiatan yang mengusung tema ”Optimalisasi Antisipasi Anak Kecanduan Gadget dengan Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan” ini merupakan program berkelanjutan yang berlangsung selama tiga bulan. Puncak pendampingan intensif dilaksanakan pada 28 Juli hingga 6 Agustus 2025.


Sinergi Dosen dan Mahasiswa

Program ini dipimpin oleh pakar pendidikan Dr. Khasanah, M.Pd., dengan melibatkan dosen-dosen berpengalaman yakni Dita Juwita, M.Pd. dan Dr. Samsudin, M.Pd. Tidak hanya melibatkan unsur dosen, kegiatan ini juga menjadi ajang implementasi ilmu bagi lima mahasiswa FKIP UIA, yaitu:

  • Langgam Pramadhika
  • Ibrahim
  • Muhammad Farhan
  • Risky Handayani
  • Suhrotul Hasanah

Metode: Melawan Teknologi dengan Teknologi

Berbeda dengan pendekatan konvensional yang cenderung melarang penggunaan perangkat digital, tim PKM FKIP UIA justru memperkenalkan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan sebagai solusi. Sebanyak 20 pelajar dan 10 guru terpilih mengikuti pelatihan ini secara intensif.

"Kami ingin mengubah pola pikir siswa. Gadget bukan hanya untuk hiburan yang membuat kecanduan, tetapi bisa dioptimalkan dengan bantuan AI untuk mendukung kreativitas dan produktivitas belajar," ujar Dr. Khasanah, M.Pd. dalam pembukaan kegiatan.


Dampak dan Harapan

Selama tiga bulan masa program, para guru dibekali kemampuan memantau aktivitas digital siswa menggunakan instrumen berbasis teknologi. Sementara itu, para siswa diajarkan memanfaatkan aplikasi berbasis AI untuk membantu tugas sekolah, sehingga durasi penggunaan gawai lebih terarah pada hal-hal akademik.

Pihak SMPN 23 Bekasi menyambut baik inisiatif ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi pilot project bagi sekolah-sekolah lain di Bekasi dalam menghadapi tantangan era digital, di mana peran guru dan teknologi harus berjalan selaras demi kesehatan mental siswa.