BEKASI – Program Studi Magister Teknologi Pendidikan (MTP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam As-Syafi’iyah (FKIP UIA) sukses menggelar kuliah tamu istimewa dengan menghadirkan pakar teknologi pendidikan nasional, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si. CIT, pada Sabtu, 31 Mei 2025.
Prof. Rudi, yang dikenal sebagai Ketua Umum Asosiasi Program Studi Teknologi Pendidikan (APS-TPI) selama tiga periode sekaligus Sekretaris Pusat Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (PP-ISPI), hadir secara daring memberikan pencerahan kepada para mahasiswa dan dosen di lingkungan UIA.
Pembelajaran Mendalam Berbasis Teknologi
Kuliah tamu yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan tantangan pendidikan modern: "Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Teknologi Pembelajaran."
Dalam paparannya, Prof. Rudi menekankan bahwa teknologi bukan sekadar alat, melainkan sarana untuk mencapai pemahaman yang lebih substansial.
"Pembelajaran mendalam mendorong pemahaman yang bermakna dan berpikir kritis. Ini sejalan dengan tujuan utama Teknologi Pendidikan (TP) dalam memfasilitasi belajar dan meningkatkan kualitas proses belajar," jelas Prof. Rudi.
Guru Sebagai Desainer Pembelajaran
Lebih lanjut, beliau menyoroti peran vital pendidik di era digital. Menurutnya, guru tidak lagi sekadar penyampai materi, melainkan seorang perancang atau desainer pengalaman belajar.
- Pentingnya Pelatihan: Diperlukan pelatihan berbasis keilmuan TP agar integrasi teknologi di kelas berjalan optimal.
- Pendekatan Sistem: Tantangan dalam penerapan teknologi dapat diatasi dengan pendekatan sistem, yang mencakup:
- Dukungan kebijakan yang kuat.
- Infrastruktur yang memadai.
- Manajemen pembelajaran yang terorganisir.
Komitmen FKIP UIA pada Mutu Akademik
Kehadiran tokoh sekaliber Prof. Rudi Susilana merupakan komitmen FKIP UIA dalam memberikan akses ilmu langsung dari para pakar terbaik di Indonesia. Melalui kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa Magister TP UIA mampu mengimplementasikan strategi deep learning untuk menciptakan inovasi pendidikan yang lebih berdampak.
Kegiatan daring ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif di mana para peserta antusias menggali lebih dalam mengenai cara mengatasi hambatan infrastruktur dalam menerapkan teknologi pembelajaran di berbagai daerah.
